Archive for the Category ◊ Info Kambing ◊

Author:
• Friday, September 09th, 2011

Disini kami akan mencoba menjelaskan saat yang tepat untuk mengawinkan induk kambing betina berdasarkan waktu birahi. Biasanya waktu birahi pada induk betina terbagi atas tiga tahapan. Pagi, siang dan sore atau malam.

1. Pagi Hari

  • Waktu Birahi :  Pagi hari sampai pukul 10.00
  • Saat Kawin Yang Baik :  Siang itu juga sampai pukul 5.00 pagi
  • Saat Kawin Yang Kurang Baik :  Mulai pukul 06.00 pagi dan seterusnya

2. Siang Hari

  • Waktu Birahi :  Siang hari sampai pukul 15.00
  • Saat Kawin Yang Baik :  Malam hari itu juga sampai pukul 9.00
  • Saat Kawin Yang Kurang Baik :  Mulai pukul 10.00 dan seterusnya

3. Malam Hari

  • Waktu Birahi :  Sore atau malam hari
  • Saat Kawin Yang Baik :  Malam hari itu juga sampai besok sore pukul 15.00
  • Saat Kawin Yang Kurang Baik :  Mulai pukul 16.00 dan seterusnya

Lama birahi ternak kambing antara 25-30 jam, rata-rata 27 jam. Saat perkawinan terbaik berlangsung selama 18-20 jam setelah kemunculan birahi terlihat.

Sumber: Buku Penggemukan Kambing Potong

Author:
• Wednesday, June 08th, 2011

Pada umumnya, ternak kambing sudah mulai dewasa kelamin (masak) pada umur 5-10 bulan. Dewasa kelamin sangat tergantung dari ras atau tipe, jenis kelamin, dan lokasi pemeliharaan. Kambing tipe kecil lebih cepat mengalami dewasa kelamin dibandingkan kambing tipe besar.

Perkawinan induk kambing betina sebaiknya dilakukan pada umur 9-12 bulan. Pada umur ini secara fisik kambing sudah tumbuh dewasa sehingga mampu memproduksi susu dan menjalani masa kebuntingan. Penggunaan  induk betina sebagai produsen anak berlangsung sampai kambing berumur 5-6 tahun.

Siklus birahi seekor kambing betina antara 20-24 hari. Masa birahinya berlangsung selama 1-2 hari. Kambing betina tidak akan bunting bila dikawinkan dalam keadaan tidak sedang birahi. Kambing yang sudah bunting tidak mengalami masa birahi lagi.

Kambing pejantan bisa dikawinkan sesekali mulai umur 10 bulan, tetapi tidak dibiarkan melayani lebih dari 20 ekor induk betina sebelum umurnya genap satu tahun. Dalam tenggang waktu dua bulan itu, kambing jantan hanya kawin 16-20 kali saja atau maksimal dua kali kawin dalam seminggu. Pejantan dapat digunakan sebagai pemacek sampai umur 7-8 tahun.

1. Perkawinan di Tempat Terbuka

Perkawinan berlangsung di padang gembalaan atau tempat terbuka. Perkawinan dilakukan dengan melepaskan induk kambing pejantan ke dekat sekelompok induk kambing betina sepanjang waktu. Perbandinganny, satu ekor induk pejantan untuk 20-25 ekor induk betina.

2. Perkawinan di Kandang

Perkawinan yang paling baik berlangsung di dalam kandang dan diatur. Pejantan jangan sampai kawin dua kali dalam seminggu. Dengan cara ini, seekor pejantan dapat melayani induk betina  sampai 100 ekor dalam jangka waktu dua tahun.

Induk betina tak akan mau dikawinkan bila tidak dalam keadaan birah. Masa birahi kambing betina berlangsung antara 24 – 48 jam. Dalam satu kali kawin biasanya sudah cukup untuk menghasilkan keturunan. Tetapi untuk lebih meyakinkan, kambing betina dapat dikawinkan ulang setelah 6 – 12 jam sesudah perkawinan pertama.

Kambing betina yang sudah dikawinkan sebanyak tiga kali dalam masa subur tetapi belum juga bunting, sebaiknya diafkir untuk ternak potong.

Sumber: Buku Penggemukan Kambing Potong

Author:
• Tuesday, May 17th, 2011

Induk betina berperan untuk melahirkan anak. Calon induk sebaiknya dipilih dari ternak yang masih muda, memiliki bentuk tubuh bagus, dan berasal dari induk yang setiap kali beranak melahirkan lebih dari satu ekor. Perilaku induk menunjukkan sifat keibuan dan menunjukkan kasih sayang dalam memelihara dan mengasuh anaknya.

Berikut ini adalah ciri-ciri dari calon induk betina dan jantan yang baik untuk ternak kambing.

1. Calon Induk Betina Yang Subur

Ciri induk kambing betina yang subur bisa dilihat saat menjelang kawin (birahi), ditunjukkan dengan adanya tanda-tanda sebagai berikut:

  • Bibir rahim sedikit membengkak, mengeluarkan lendir, dan berwarna kemerah-merahan.
  • Sering mengembik dan terlihat gelisah.
  • Kencing hampir setiap saat.
  • Nafsu makannya susah dan agak rewel.
  • Pada kambing susu yang sudah beranak, masa subur juga ditandai dengan berkurangnya air susu yang dihasilkan.

2. Calon Pejantan Yang Ideal

Calon pejantan ideal sebaiknya dipilih salah satu dari sekelompok kambing jantan yang kondisi pertumbuhan dan perkembangannya baik, serta memiliki penampilan tergagah dari calon pejantan yang ada.

Dari penampilan fisik, calon pejantan memiliki dada yang bidang dan permukaan dada terlihat lebar dari jarak antara kaki kiri dan kanan. Kedua buah pelir (testis) normal dan bergantung erat. Buah zakar panjang dan sifat kejantanannya nyata. Badan tampak panjang. Badan belakang berukuran besar dengan kaki yang kuat dan bertumit tinggi. Umur pejantan sebaiknya tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua, yaitu sekitar 1-5 tahun.

Sumber: Buku Penggemukan Kambing Potong

Author:
• Monday, May 16th, 2011

Baik buruknya kualitas kambing yang diternakkan tergantung pada dua faktor, yaitu bibit dan lingkungan hidup. Dalam pengembangbiakan kambing untuk tujuan pemeliharaan, bibit kambing yang dipilih harus baik dan sehat. Tujuan pemilihan bibit untuk menghasilkan keturunan sekaligus menghasilkan produksi yang baik.

Pembentukan bibit unggul kambing ternakan yang cocok dengan kondisi lingkungan setempat merupakan hal yang ditekankan dalam pengembangbiakan ternak kambing. Kambing kacang atau  kambing lokal lain dapat digunakan sebagai salah satu parent stock (bibit indukan) untuk pembentukan bibit unggul yang diharapkan.

Upaya pembibitan ditekankan pada pemurnian dan peningkatan produksi. Upaya ini dilakukan dengan cara seleksi genetik yang memperhatikan sifat-sifat unggul yang diharapkan. Contoh sifat unggul dari kambing yaitu kemampuan beranak kembarnya tinggi, pertumbuhannya cepat, dan mutu produksinya sesuai yang diharapkan konsumen.

Sumber:  Buku Penggemukan Kambing Potong


Author:
• Sunday, May 15th, 2011

Untuk mempermudah pemeliharaan ternak, kandang harus dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Perlengkapan kandang berupa tempat pakan, tempat minum, dan kotak garam. Selain itu, peralatan lain yang perlu dilengkapi adalah alat-alat pembersih kandang seperti sapu, sikat, sabit, alat pengangkut dan pembersih kotoran.

Tempat pakan hijauan untuk kambing betina dewasa memiliki panjang 40 cm per ekor, dan untuk jantan 50 cm per ekor. Bila dibuat memanjang dari sisi depan, tempat pakan hijauan sepanjang 40-50 meter bisa digunakan untuk 100 ekor kambing dewasa.

Untuk kambing remaja, tempat pakan hijauan yang dibutuhkan memiliki panjang 30-35 cm per ekor. Bila dibuat memanjang, tempat pakan hijauan sepanjang 30-35 meter cukup untuk 100 ekor kambing remaja.

Ember bisa dipakai sebagai tempat minum dan diletakkan di sisi kandang yang mudah dicapai. Umumnya, kambing tidak terlalu banyak minum, kecuali induk kambing yang sedang menyusui anak.

Untuk memenuhi kebutuhan kambing terhadap garam mineral, peternak perlu menyediakan kotak kecil untuk garam. Kotak tersebut berukuran 15 cm2 dan terbuat dari kayu. Kotak garam perlu diletakkan di tiap sisi sehingga kambing mudah menjilati garamnya. Satu kotak garam cukup untuk dua ekor kambing.

Sumber: Buku Penggemukan Kambing Potong