Author:
• Monday, January 17th, 2011

Kambing peranakan ettawa (PE) merupakan hasil persilangan antara kambing ettawa (dari India) dengan kambing kacang, yang penampilannya mirip ettawa tapi lebih kecil. Sebagai kambing peliharaan, kambing PE memiliki dua kegunaan, yaitu sebagai penghasil susu (perah) dan pedaging. Peranakan yang penampilannya mirip kacang disebut bligon atau jawa randu. Peranakan ini digunakan untuk ternak potong.

Kambing ettawa sendiri didatangkan dari India ke Indonesia pada tahun 1931. Kambing ini berukuran besar, tinggi tubuh rata-rata 80 cm (jantan) dan 70 cm (betina), serta bobot dewasa rata-rata 40-45 kg. Keturunannya yang beranak pinak di Kecamatan Kaligesing, Purworejo (Jateng) disebut peranakan ettawa (PE). Kambing ini cocok untuk diternakkan sebagai penghasil susu dan daging.

Berikut adalah ciri khas dari kambing peranakan ettawa (PE).

  • Bentuk muka bengkung (cembung, melengkung) dan dagu berjanggut.
  • Di bawah leher terdapat gelambir yang tumbuh berawal dari sudut janggut.
  • Telinga panjang, lembek, menggantung, dan ujungnya agak berlipat.
  • Tanduk berdiri tegak mengarah ke belakang, panjang sekitar 6,5 – 24,5 cm. Ujung tanduk sedikit melingkar.
  • Tinggi tubuh (gumba) 70 – 90 cm.
  • Tubuh besar, pipih, bentuk garis punggung seolah-olah mengombak ke belakang.
  • Bulu tubuh tampak panjang di bagian leher, pundak, punggung, dan paha. Bulu paha panjang dan tebal.
  • Warna bulu ada yang tunggal, putih, hitam, dan cokelat. Akan tetapi jarang ditemukan. Terbanyak terdiri dari dua atau tiga pola warna, yaitu belang hitam, belang cokelat, cokelat bertotol-totol putih, putih bertotol cokelat dan putih bertotol hitam.
  • Dengan pengelolaan budi daya intensif, kambing PE dapat diusahakan beranak tiga kali setiap dua tahun dengan jumlah anak setiap kelahiran 2 – 3 ekor.
  • Kambing ini lebih cocok diusahakan di dataran sedang (500-700 m dpl) sampai dataran rendah yang panas.

Selain di Kaligesing, Purworejo (Jateng) kambing PE juga telah berkembang di wilayah Girimulyo, Kulonprogo, Turi dan Sleman. Selain itu kambing PE juga telah berkembang di Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, Bali, Tegal & Jawa Tengah.

Sumber : Buku Penggemukan Kambing Potong

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply