Author:
• Sunday, May 01st, 2011

Terdapat 3 jenis kandang kambing yang anda harus bangun dengan memiliki fungsi yang berbeda. Yuk ketahui jenis dan fungsi kandang untuk ternak kambing anda.

1. Kandang Pejantan

Kandang pejantan juga berfungsi sebagai tempat mengawinkan ternak secara terarah. Selain sebagai tempat hunian pejantan secara soliter (individu), sewaktu-waktu kandang ini juga dapat digunakan untuk mencampur induk betina yang sedang birahi dengan pejantan yang bertugas sebagai pemacek. Luas kandang pejantan sekitar 2.5-3 m2 per ekor.

2. Kandang Induk

Kandang induk diisi oleh induk kambing yang hendak dan baru melahirkan anak. Dengan adanya kandang khusus ini diharapkan induk kambing dapat menjaga kandungan dan mengasuh anaknya dengan baik sampai tiba saatnya anak kambing disapih dan tidak terganggu oleh kambing lain saat menyusui anaknya. Sesudah anak selesai disapih, kandang dibersihkan dan bisa diisi penghuni baru secara bergilir. Seekor induk kambing memerlukan luas lantai sekitar 1.0 m x 1.5 m atau 1.5 m2 dan anaknya 0.2 m x 0.2 m atau 0.04 m2 per ekor.

3. Kandang Pembesaran

Kandang pembesaran digunakan untuk memelihara anak kambing setelah disapih sampai mencapai usia remaja. Pemeliharaannya dapat dilakukan secara berkelompok (massal) atau secara individu (tunggal, per ekor).

Pemeliharaan kambing secara berkelompok tidak memerlukan sekat (pagar, dinding pembatas) di dalam ruang kandang. Pemeliharaan kambing secara individu, memerlukan sekat-sekat pembatas mirip kotak di dalam ruang kandang. Setiap kotak dihuni untuk satu ekor kambing saja.

Di kandang pembesaran inilah kambing muda digemukkan sampai waktunya dipotong atau dijual. Aktivitas ternak yang diperbolehkan hanya makan, minum dan tidur sepuasnya. Kambing tidak akan melakukan kegiatan tidak perlu yang bisa menghambat pertumbuhan bila dimasukkan ke dalam kamar masing-masing. Misalnya saling berebut pakan atau berkelahi sesama kambing.

Kandang  pembesaran juga bisa berfungsi sebagai kandang koloni, yaitu untuk memelihara kambing betina remaja secara bersama-sama sebelum bunting, atau kambing jantan remaja (lepas sapih) sampai umur 6-7 bulan. Luas kandang yang dibutuhkan untuk pembesaran adalah 1-2 m2 per ekor. Untuk keperluan ini, sekat-sekat kandang dihilangkan. Untuk satu unit kandang dengan lantai seluas 100-120 m2, jumlah kambing maksimal yang bisa ditampung sebanyak 50-60 ekor.

Untuk penggemukan, bentuk kandang pembesaran yang digunakan ada dua macam, yaitu kandang koloni dengan kebutuhan luas lantai rata-rata 1.5 m2 per ekor dan kandang individual (kandang bateri) dengan ukuran 60-70 cm x 1-1.2 m. Umumnya, ternak yang dipelihara didalam kandang ini selama 1-3 bulan saja.

Sumber: Buku Penggemukan Kambing Potong

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply