Tag-Archive for ◊ Beternak Kambing ◊

Author:
• Friday, January 28th, 2011

Dalam skala agribisnis, peluang meningkatkan potensi ternak kambing masih cukup besar. Kambing sangat potensial dikembangkan sebagai ternak pedaging karena calving interval atau jarak beranaknya pendek. Pada umur 1-2 tahun, anak kambing sudah bisa dipotong untuk dikonsumsi dagingnya. Konsumen penggemar daging kambing cukup banyak dan merata di segala lapisan masyarakat.

Kambing termasuk ternak ruminansia karena pemakan hijauan. Berdasarkan bobot dan ukurannya, kambing digolongkan ke dalam ternak ruminansia kecil. Agar pengelolaan ternak dapat memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan makan pakan, kandang, perkembangbiakan, dan kesehatan perlu diperhatikan. Selain itu, ketersediaan bibit, kondisi lingkungan setempat, dan permintaan pasar juga perlu diperhatikan.

Di Indonesia, usaha peternakan kambing belum memiliki banyak pilihan. Permintaan komoditas kambing terbanyak adalah dalam bentuk daging. Pemeliharaan kambing untuk tujuan untuk memenuhi permintaan daging secara ekonomis lebih mudah pemasarannya dibandingkan dengan susu, wool, dan kulit.

Beternak kambing akan memberikan hasil nyata bila kaidah-kaidah usaha yang benar dalam beternak diperhatikan. Peternak perlu memiliki kerangka konsepsional sebagai pola dasar untuk pegangan dirinya, yaitu Panca usaha  Peternakan. Isi konsep ini meliputi beberapa hal sebagai berikut:

  • Pengelolaan usaha dengan menggunakan bibit yang baik.
  • Memberikan pakan yang cukup dari segi gizi dan volume.
  • Melakukan tata laksana pemeliharaan yang benar.
  • Melaksanakan pencegahan dan pemberantasan penyakit.
  • Memperhatikan permintaan dan kebutuhan pasar.

Sumber: Buku Penggemukan Kambing Potong

Author:
• Saturday, January 22nd, 2011

Petani di Jawa sangat menyukai beternak kambing karena menguntungkan. Kemampuan ternak untuk beradaptasi dengan berbagai kondisi agroekosistem setempat merupakan keunggulan komparatif tersendiri. Nilai positif dari ternak kammbing bagi kepentingan petani di pedesaan antara lain sebagai berikut :

  • Ternak dapat dipotong sewaktu-waktu untuk keperluan sendiri, pesta atau menjamu tamu yang datang.
  • Kambing merupakan sumber penghasilan dan tabungan. Sewaktu-waktu ternak dapat dijual bila mendapatkan kesulitan keuangan karena penjualannya untuk mendapat uang tunai tidak sulit.
  • Kambing mudah dirawat, karena hampir semua jenis tanaman dapat digunakan sebagai sumber pakan.
  • Kambing dapat berkembang biak dengan cepat. Waktu bungtingnya singkat, yaitu 150 hari dan anak yang dilahirkan sering lebih dari satu ekor per kelahiran.
  • Kotoran kambing yang terkumpul dapat digunakan untuk pupuk sehingga dapat menyuburkan tanaman dan memperbaiki mutu tanah pertanian.
  • Modal yang diperlukan untuk memulai beternak kambing tidak besar. Bila usaha ini dikelola dengan baik, kambing bisa menjadi sumber penghasilan keluarga.

Sumber : Buku Penggemukan Kambing Potong