Tag-Archive for ◊ Memelihara Kambing ◊

Author:
• Wednesday, March 23rd, 2011

Beternak kambing dapat dilakukan secara ekstensif, semi-intensif, dan intensif. Dari ketiga cara tersebut, semuanya baik untuk dilakukan, tergantung kondisi lahan, tujuan usaha, ketersediaan dana, dan keterampilan dalam mengelola ternak. Agar ternak kambing bisa memberikan hasil sesuai harapan, peternak harus memperhatikan bibit, pakan, kandang, perkembangbiakan dan kesehatan.

Bila tujuan beternak kambing untuk dijadikan mata pencarian, cara yang paling tepat adalah cara intensif. Namun, bila tujuan beternak sekedar untuk usaha sambilan, cara semi-intensif atau ekstensif cukup memadai. Semua itu tergantung pada kesungguhan dan perhatian peternak terhadap kambingnya. Bila pengelolaan ternaknya dilakukan dengan kesungguhan dan penuh perhatian, kunci sukses dalam beternak sudah berada di genggaman tangan anda.

Yuk kita bahas satu persatu dari tiga cara beternak yang dianjurkan.

1. Ekstensif

Dalam beternak kambing secara ekstensif, campur tangan peternak terhadap ternak peliharaannya hampir tidak ada. Kambing dilepas begitu saja dan pergi mencari pakan sendiri di lapangan gembalaan, pinggiran hutan, atau tempat lain yang banyak ditumbuhi rumput dan sumber pakan. Sesuai dengan habitat aslinya, kambing menyukai pakan dari tanaman perdu di daerah perbukitan.

2. Semi-Intensif

Beternak kambing secara semi-intensif adalah kegiatan pemeliharaan ternak kambing dengan sistem penggembalaan yang dilakukan secara teratur dan baik. Selain itu, pemilik juga menyediakan kandang untuk dihuni dan sebagai tempat tidur ternaknya pada malam hari. Umumnya, lokasi kandang terpisah cukup jauh dari rumah tinggal.

Dalam kondisi tertentu, pemilik sudah mulai menaruh perhatian khusus terhadap ternak kambing yang dipeliharanya, terutama ketika ternak akan melahirkan dan digemukkan untuk dipotong. Perlakuan pada kambing untuk kedua tujuan tersebut adalah mengurung kambing selama sehari penuh.

Pagi hari setelah lewat pukul 08.00, semua kambing dilepas ke laur kandang sampai sore hari. Pelepasan ke luar kandang berlangsung selama sekitar 8 jam sejak dilepaskannya. Pelepasan ternak yang agak siang itu, selain untuk memanfaatkan sinar matahari, juga untuk menjaga aktivitas otot, memanfaatkan rerumputan alam dan mencegah kambing agar tidak makan rumput yang masih berembun.

Sebelum dilepas, terlebih dahulu kambing diberi komboran pakan penguat yang dibuat dari pasta atau bubuk dengan cara mencampurkan air sebanyak 50 – 70% dengan pakan untuk penguat. Pakan penguat merupakan pakan yang terdiri dari campuran dedak, ampas tahu dan tepung gaplek. Gunanya untuk menutupi kekurangan gizi yang diperoleh dari rumput alam. Di dalam pakan penguat, biasanya dicampurkan air sebagai pembasah dan sedikit garam sebagai sumber mineral.

Selain pagi hari, pakan penguat juga diberikan pada sore atau petang setelah kambing dikandangkan kembali. Di samping pakan penguat juga disediakan air minum dan garam secukupnya.

3. Intensif

Kambing yang diternak secara intensif membutuhkan perhatian penuh dari pemiliknya, berupa kegiatan rutin sehari-hari dan kegiatan insidental. Perhatian itu mutlak karena kehidupan ternak sepenuhnya terkurung di dalam kandang. Seumur hidup, kambing berada di kandang dan tidak bisa berkeliaran kemana-mana. Kandang intensif terdiri dari dua jenis, yaitu kandang koloni dan kandang individual.

Sumber: Buku Penggemukan Kambing Potong