Tag-Archive for ◊ Perkawinan Pada Kambing ◊

Author:
• Wednesday, June 08th, 2011

Pada umumnya, ternak kambing sudah mulai dewasa kelamin (masak) pada umur 5-10 bulan. Dewasa kelamin sangat tergantung dari ras atau tipe, jenis kelamin, dan lokasi pemeliharaan. Kambing tipe kecil lebih cepat mengalami dewasa kelamin dibandingkan kambing tipe besar.

Perkawinan induk kambing betina sebaiknya dilakukan pada umur 9-12 bulan. Pada umur ini secara fisik kambing sudah tumbuh dewasa sehingga mampu memproduksi susu dan menjalani masa kebuntingan. Penggunaan  induk betina sebagai produsen anak berlangsung sampai kambing berumur 5-6 tahun.

Siklus birahi seekor kambing betina antara 20-24 hari. Masa birahinya berlangsung selama 1-2 hari. Kambing betina tidak akan bunting bila dikawinkan dalam keadaan tidak sedang birahi. Kambing yang sudah bunting tidak mengalami masa birahi lagi.

Kambing pejantan bisa dikawinkan sesekali mulai umur 10 bulan, tetapi tidak dibiarkan melayani lebih dari 20 ekor induk betina sebelum umurnya genap satu tahun. Dalam tenggang waktu dua bulan itu, kambing jantan hanya kawin 16-20 kali saja atau maksimal dua kali kawin dalam seminggu. Pejantan dapat digunakan sebagai pemacek sampai umur 7-8 tahun.

1. Perkawinan di Tempat Terbuka

Perkawinan berlangsung di padang gembalaan atau tempat terbuka. Perkawinan dilakukan dengan melepaskan induk kambing pejantan ke dekat sekelompok induk kambing betina sepanjang waktu. Perbandinganny, satu ekor induk pejantan untuk 20-25 ekor induk betina.

2. Perkawinan di Kandang

Perkawinan yang paling baik berlangsung di dalam kandang dan diatur. Pejantan jangan sampai kawin dua kali dalam seminggu. Dengan cara ini, seekor pejantan dapat melayani induk betina  sampai 100 ekor dalam jangka waktu dua tahun.

Induk betina tak akan mau dikawinkan bila tidak dalam keadaan birah. Masa birahi kambing betina berlangsung antara 24 – 48 jam. Dalam satu kali kawin biasanya sudah cukup untuk menghasilkan keturunan. Tetapi untuk lebih meyakinkan, kambing betina dapat dikawinkan ulang setelah 6 – 12 jam sesudah perkawinan pertama.

Kambing betina yang sudah dikawinkan sebanyak tiga kali dalam masa subur tetapi belum juga bunting, sebaiknya diafkir untuk ternak potong.

Sumber: Buku Penggemukan Kambing Potong